Awas Makanan Berbahaya di Sekitar Kita


By Roni Khoiron

Dalam kitab suci Al-quran surah al-ma’idah ayat 88 dikatakan bahwa umat Islam harus mengkonsumsi makanan yang halal dan baik. Menurut pakar tafsir M.Quraish Shihab halal berarti makanan diperbolehkan dikonsumsi sesuai dengan syariat agama,yaitu halal cara mendapatkannya dan halal bahannya. Sementara kata baik mengandung pengertian bahwa makanan tersebut harus baik manfaatnya dalam artian lezat, bergizi dan dapat memberikan pengaruh yang positif untuk kesehatan tubuh.

Halal dan baik

Kalau kita bicara tentang pengaruh makanan terhadap kesehatan, itu berarti kita juga harus mengerti terhadap kandungan bahan-bahannya. Bukan saja kandungan gizinya tetapi juga kandungan ada atau tidaknya zat-zat berbahaya dalam makanan tersebut. Beberapa waktu belakangan kita sering menyaksikan berita yang membeberkan ditemukannya zat-zat berbahaya dalam makanan yang beredar di masyarakat. Dalam hal ini,sebagai orang awam-yang bukan dokter ataupun ahli kesehatan,kita sepenuhnya bergantung pada pemerintah dan orang-orang atau lembaga yang peduli terhadap kesehatan. Kita tidak mungkin akan meneliti setiap makanan yang akan kita konsumsi. Disamping tak ada waktu-karena tentu saja waktu kita telah habis untuk mencari nafkah dan beribadah,kita juga bukan ahlinya. Pemerintah memang mengawasi pemakaian zat-zat tambahan untuk produk-produk yang beredar luas di masyarakat. Tapi ternyata masih saja sering ditemukan produk-produk yang tidak mencantumkan bahan-bahan yang ditambahkannya. Sehingga sebagai konsumen kita benar-benar buta akan keamanan produk tersebut, ada juga yang menggunakan bahan-bahan tersebut di luar ketentuan atau bahkan menggunakan bahan-bahan yang dilarang. Diantaranya justru produk-produk merek terkenal yang mungkin sering kita konsumsi. Seakan-akan kita yakin,karena merek terkenal pasti aman. adan POM,instansi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah ini juga belum bisa memberikan solusi yang tuntas, kenyataannya kita masih sering menemukan produk-produk berbahaya tersebut tetap bisa beredar. Mengenai banyaknya produk makanan yang tidak mencantumkan bahan tambahan, Rubiana,kepala BPOM,mengaku lembaganya selalu memeriksa komposisi semua produk di pasaran. Jika ada produsen yang tidak mematuhi peraturan, BPOM pasti menindaknya. Masalahnya, tenaga BPOM sangat terbatas sehingga sering kewalahan dalam meneliti setiap produk makanan.

Akibat dari kemajuan teknologi

Sebenarnya dizaman teknologi seperti ini kita memang tidak akan pernah bisa seratus persen terbebas dari zat-zat berbahaya. Dalam makanan apapun yang merupakan hasil dari teknologi atau makanan instant, kita akan menemukannya. Pengawet, pewarna, pemanis, pemutih, pengenyal atau apapun namanya adalah bahan-bahan yang selalu ada dalam makanan olahan atau instan. Dan bahan-bahan tersebut memang harus ditambahkan untuk tujuan estetika dan bisnis, yaitu agar ongkos produksi lebih murah, penampilan produk lebih menarik dan rasanya lebih mantap. Secara langsung bahkan kita bisa merasakan keuntungannya menggunakan produk-produk makanan olahan tersebut lebih praktis, lebih ekonomis atau malah ada yang mengatakan lebih lezat. Yang tidak kita sadari adalah bahaya yang mengancam nantinya. Pemerintah sendiri mengijinkan penggunaan zat-zat tersebut asal dalam batas yang sudah ditentukan, artinya dalam kadar tersebut zat-zat itu aman untuk di konsumsi. Tapi coba anda pikirkan jika setiap hari kita mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat tersebut tentu saja yang awalnya sedikit dan tidak berbahaya lama-kelamaan akan menumpuk didalam tubuh dan menjadi berbahaya.Seperti yang pernah diucapkan oleh Rasullah SAW, ”jangan berlebih-lebihan dalam makan”. Anjuran rasulullah tersebut utamanya untuk makanan yang halal dan baik, itu saja kita tidak boleh berlebih-lebihan apalagi untuk makanan yang justru tidak baik.

Bukan berarti kita harus benar-benar meninggalkan makanan–makanan tersebut tapi alangkah baiknya jika kita membatasi dengan ketat untuk tidak mengkonsumsinya. Bukankah Allah SWT sudah melimpahkan aneka makanan segar yang bisa langsung kita dapatkan di alam. Hanya saja memang kita harus sedikit lebih repot untuk mengolahnya.

Aman tapi berbahaya

Yang justru membuat lebih khawatir adalah dari sekian zat-zat tambahan yang ditetapkan pemerintah aman untuk dikonsumsi ternyata menurut beberapa ahli masih tetap berbahaya. Memang akibatnya tidak secara langsung kita rasakan tetapi di kemudian hari dalam waktu yang lama ataupun cepat, tergantung seberapa sering dan seberapa banyak kita mengkonsumsinya,bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker, gangguan ginjal, jantung koroner dan lain sebagainya. Kalau kita mau berpikir sebenarnya zat-zat inilah yang paling berperan melahirkan penyakit-penyakit degeneratif baru yang kronis dan sulit diobati. Khusus untuk ibu-ibu harus lebih perhatian lagi terhadap makanan atau jajanan yang dikonsumsi anaknya karena jika pada usia anak-anak saja tubuhnya sudah tercemari oleh zat-zat berbahaya, penyakit akan lebih muda datang dan semakin sulit untuk disembuhkan. Apalagi justru pada jajanan anak paling banyak ditemukan kandungan zat-zat yang berbahaya. Seperti warna yang terang menyala pada minuman kemasan atau sirup, monosodium glutamat yang gurih pada snack atau krupuk dan aroma sintetis buah yang segar menyengat pada permen.

Berikut adalah beberapa zat-zat tambahan untuk makanan yang sebaiknya kita buang jauh-jauh dari menu sehari-sehari atau seidaknya kita batasi pemakaiannya, karena meski penggunaannya diijinkan oleh pemerintah tapi efeknya pada kesehatan tubuh masih terjadi kontroversi:

  • Minyak Hydrogenated,banyak digunakan pada biscuit,snack dan produk-produk susu olahan sebagai bahan pengawet dengan cara menyerap kadar minyaknya agar tidak cepat basi. Bisa menyebabkan penyakit jantung dan kekurangan gizi pada anak.
  • Sodium Nitrat, digunakan sebagai perwarna pada produk-produk daging olahan seperti sosis dan daging burger agar membuat warnanya tampak merah segar. Bisa menyebabkan kanker.
  • Excitotoxins termasuk aspartam,monosodium glutamate, dll. Banyak digunakan sebagai penyedap rasa pada produk-produk minuman kemasan atau soft drink, snack dan mayones. Bisa merusak gangguan fungsi saraf dan keterbelakangan mental. Anak-anak yang terlalu sering memakan makanan yang mengandung zat-zat ini, akan mengalami kesulitan atau lambat dalam menerima pelajaran.
  • Lilin, Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak tiga hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari dua hari untuk membersihkan lilin tersebut.
  • Siklamat dan Sakarin, Meski penggunaannya banyak digunakan sebagai pemanis pada produk-produk permen,minuman dalam kemasan baik cair maupun serbuk.Bisa menyebabkan penyakit lupus dan merusak antibodi tubuh. Setidaknya, pemanis tiruan ini bisa menimbulkan batuk, flu, dan gangguan sirkulasi darah.

Kembali kepada kita

Kalau melihat kenyataan diatas siapa lagi yang mau peduli kepada kesehatan tubuh yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita kalau bukan kita sendiri.Memang penyakit dan kematian adalah takdir Allah SWT tapi bukankah Allah SWT juga berfirman dalam Al-qur’an bahwa nasib manusia tidak akan berubah kecuali manusia itu sendiri berperan untuk merubahnya. Ketentuan ini juga berlaku pada kesehatan tubuh kita, kalau kita tidak berusaha hidup sehat tentu Allah SWT akan memberikan penyakit,kalau kita tidak peduli terhadap penyakit tentu Allah akan menperpendek umur kita.Seperti yang pernah diucapkan oleh bapak Dahlan Iskan,pemilik Grup Jawa Pos,bahwa sebenarnya manusia juga bisa berperan dalam menentukan panjang pendek umurnya yaitu dengan menjaga kesehatan sebelum terserang penyakit. Jadi alangkah bijaknya kalau kita sebaiknya selektif dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi, apalagi melihat fakta banyaknya produk-produk makanan disekitar kita yang ternyata mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.Kalau tidak terpaksa sebaiknya kita menghindari produk-produk olahan tersebut atau lebih baik lagi kalau kita tidak pernah mengkonsumsinya.Karena menjaga kesehatan adalah menghargai pemberian Allah SWT yang mana merupakan sebagian dari rasa syukur, dan itu sangat dianjurkan dalam agama islam. Wallahua’alam bish shawab (KH).

One Response to “Awas Makanan Berbahaya di Sekitar Kita”

  1. dont b scare, tenang khan ada tiens/tianshi, ramuan obat dr china yg membantu anda sehat kembali, asal dikonsum rutin sampai benar2 sembuh, khan tianshi suplemen/makanan tubuh, gt deh…jgn lp hub saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: